Sisa asbestos pada beras putih yang diberi lapisan talek juga bisa merangsang kanker

Banyaknya ikan asap (dimasak dengan asap, pent.) yang setiap hari dikonsumsi di Jepang mungkin juga mempunyai akibat yang sama, sebab itu mengandung bahan kimia yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbon yang telah lama dikenal juga bersifat karsiirogenik. Secara internasional, semua penduduk yang banyak mengkonsumsi obat tradisional mengobati diabetes ikan asdp yang banyak menderita kanker perut. Akan tetapi beium diketahui adanya faktor tunggal yang dianggap berlaku bagi semua negara di mana kanker perut senantiasa menyerang. Spekulasi paling mutakhir telah berpusat pada nitrosamin sebagai penyebab utama dari kanker perut.

bahan-kimia-berbahayaMemakan bahan-bahan kimia yang berbahaya ini akan menimbulkan bahaya secara langsung, akan tetapi yang barangkali lebih penting adalah campuran-campuran kimiawi dalam makanan dan air, cara-cara pengolahan makanan, dan pola-pola menu yang memungkkinkan tubuh memproduksi nitrosamin. Nitrit yang bisa berpadu dengan makanan atau komponen obat-obat tertentu guna menghasiikan nitrosamin ada kaianya tercipta dengan sendirinya dari nitrat ludah. Tapi tingkat nitrit dalam tubuh bisa dipengaruhi oleh jumlah nitrit atau nitrat yang dikonsumsi. Air yang dipakai di Inggris, Jepang, Israel, Chili dan Colombia di mana jumlah penderita kanker perut cukup tinggi adalah kaya nitrat; dan tingkat-tingkat nitrat alamiah yang tinggi pada tanah di semua kawasan ini bisa berarti bahwa makanan-makanan yang dihasilkan setempat juga banyak mengandung konsentrasi nitrat.

Penggunaan pupuk yang mengandung nitrat bisa juga memperbesar kandungan nitrat pada makanan. Tambahan pula, ikan dan daging yang sudah diasapi atau diasini ada kalanya tak banyak mengandung nitrat maupun nitrat yang ditambahkan, sebagai bahan pengawet. Perbauran geografis dan kultural dari sekian wilayah di mana banyak penderita kanker esophagus bahkan lebih membingungkan lagi dari pada pola kanker perut yang tak menentu. Jumlah penderita kanker esophagus antar-negara, jenis keiamin dan ras, dan bahkan dalam suatu negara sangat berbeda-beda. Sayangnya, penyakit ini juga telah berkembang di beberapa negara selama beberapa puluh tahun terakhir. Yang terutama membingungkan para ahli adalah distribusi penderita kanker esophagus di Asia Tengah, di mana – demikian data dari tulisan-tulisan Persia dari tahun 1100 Masehi – penyakit ini sama sekali bukan barang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *