PROPOLIS Ikhtisar Informasi

iktishar

Propolis adalah bahan seperti resin dari tunas pohon poplar dan bantalan kerucut. Propolis jarang tersedia dalam bentuk murni. Biasanya diperoleh dari sarang lebah dan produk lebah.

Propolis memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat, sejak 350 SM, zaman Aristoteles. Bangsa Yunani telah menggunakan propolis untuk mengobati abses; bangsa Asyur telah menggunakannya untuk penyembuhan luka dan tumor; dan bangsa Mesir telah menggunakannya untuk mumifikasi. Hingga kini, propolis masih memiliki banyak kegunaan sebagai pengobatan, meskipun efektivitasnya hanya ditunjukkan untuk beberapa penyakit saja.

Propolis digunakan untuk mengobati sariawan dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri (termasuk tuberkulosis), oleh virus (termasuk flu, H1N1 “babi” flu, dan pilek), oleh jamur, dan organisme bersel tunggal yang disebut protozoa. Propolis juga digunakan untuk kanker hidung dan tenggorokan; untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh; dan untuk mengobati masalah gastrointestinal (GI) seperti misalnya infeksi pylori Helicobacter, penyakit ulkus peptikum. Propolis juga digunakan sebagai antioksidan dan zat anti-inflamasi.

Orang kadang-kadang mengggunakan propolis secara langsung ke kulit untuk membersihkan luka, herpes genital dan luka dingin; sebagai obat kumur untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi mulut; dan untuk pengobatan luka bakar ringan.

Dalam bidang manufaktur, propolis digunakan sebagai bahan kosmetik tidak hanya itu propolis juga sering di gunakan sebagai campuran obat herbal seperti Melia propolis yang sudah banyak di jual di agen resmi maupun di apotik tapi kita juga harus jeli dan bisa membedakan melia propolis asli dan palsu.

Bagaimana cara kerjanya?

Propolis tampaknya memiliki dampak terhadap bakteri, virus, dan jamur. Dan juga memiliki efek anti-inflamasi dan membantu penyembuhan kulit.

 

PROPOLIS Bagaimana cara Menggunakan & Apa Efektivitas-nya?

Efektif untuk:

  • Herpes labialis. Terapkan (oleskan) salep propolis tertentu 3% (Herstat atau ColdSore-FX) akan dapat membantu meningkatkan waktu penyembuhan dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat penyakit ini.
  • Herpes genital. Oleskan salep propolis 3% (Herstat atau ColdSore-FX) dapat meningkatkan penyembuhan lesi genital berulang yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan luka mungkin bisa lebih cepat dan lebih lengkap dengan pengobatan asiklovir salep konvensional 5%.
  • Operasi mulut. Gunakan propolis untuk membilas mulut untuk meningkatkan penyembuhan dan mengurangi rasa sakit dan bengkak setelah operasi mulut.

Tidak cukup bukti untuk:

  • Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi propolis setiap hari dapat mengurangi wabah sariawan.
  • Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) infeksi. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi 60 tetes olahan yang mengandung propolis hijau Brasil setiap selama 7 hari tidak mengurangi infeksi H. pylori.
  • Jenis infeksi usus yang disebut giardiasis. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi ekstrak propolis 30% (Propolisina) dapat menyembuhkan giardiasis lebih banyak daripada obat tinidazol.
  • Luka bakar ringan. Mengoleskan propolis untuk kulit dapat membantu mengobati luka bakar ringan dan mencegah in
  • Thrush (oropharyngeal candidiasis). Penelitian awal menunjukkan bahwa dengan menggunakan ekstrak propolis hijau Brasil empat kali sehari selama 7 hari dapat mencegah sariawan pada orang dengan gigi palsu.
  • Infeksi saluran pernapasan atas. Ada beberapa bukti bahwa propolis dapat membantu mencegah atau mengurangi durasi masuk angin dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya.
  • Vagina bengkak (vaginitis). Penelitian awal menunjukkan bahwa menerapkan solusi propolis 5% vagina selama 7 hari dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pada orang dengan pembengkakan vagina.
  • Kanker Hidung dan tenggorokan.
  • Meningkatkan respon imun.
  • Perut dan gangguan usus.
  • Kondisi lain.

Bukti lebih lanjut diperlukan untuk menilai manfaat menggunakan propolis.

PROPOLIS Efek Samping & Keamanannya

Propolis mungkin AMAN ketika diminum atau dioleskan pada kulit dengan tepat. Namun, propolis dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama pada orang yang alergi terhadap lebah atau produk lebah. Pelega tenggorokan yang mengandung propolis dapat menyebabkan iritasi dan bisul mulut.**

Kewaspadaan & Peringatan Khusus:

  • Kehamilan dan menyusui: Tidak ada informasi yang dapat cukup dipercaya tentang keamanan menggunakan propolis jika Anda sedang hamil atau menyusui. Agar tetap aman lebih baik menghindari penggunaannya.
  • Asma: Beberapa ahli percaya bahan kimia tertentu dalam propolis dapat membuat asma menjadi lebih buruk. Hindari penggunaan propolis jika Anda memiliki asma.
  • Kondisi Pendarahan: kandungan kimia tertentu dalam propolis bisa memperlambat pembekuan darah. Penggunaan propolis dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan.
  • Alergi: Jangan gunakan propolis jika Anda alergi terhadap lebah atau produk lebah termasuk madu, konifer, poplar, Peru balsam, dan salisilat.
  • Bedah: kandungan kimia tertentu dalam propolis bisa memperlambat pembekuan darah. Menggunakan propolis dapat meningkatkan risiko pendarahan selama dan setelah operasi. Berhenti menggunakan propolis 2 minggu sebelum operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *