Perbandingan Kelas-kelas Imunoglobulin

Sifat-sifat: fisik dan biologik lima kelas utama imunoglobulin pada manusia disimpulkan pada Tabel 2.1, dan Tabel 2.2. Ulasan-ulasan berikut dimaksudkan untuk menambah kererangan ini.

Imunoglobulin G

imogSelama respons kedua, IgG mungkin merupakan imunoglobulin utama yang dibentuk. Melalui obat herbal gejala diabetes dan kemampuan IgG untuk menembus plasenta, maka IgG merupakan garis pertahanan tubuh utama terhadap infeksi dalam minggu-minggu pertama kehidupan bayi. Garis pertahanan tubuh ini dapat diperkuat lagi dengan masuknya IgG dari kolostrum melalui mukosa usus pada neonatus. IgG lebih mudah berdifusi daripada imunoglobulin lain ke dalam jaringan tubuh ekstravaskuler, dan sebagai imunoglobulin utama memikul beban terbesar dalam menetralisir racun-racun kuman dan mengikat jasad-jasad renik untuk memudahkan fagositosa.

Gabungan kuman dengan antibodi IgG mengaktifkan komplemen, sehingga secarakimiawi dapat menarik sel-sel fagosit berinti banyak (bandingkan hal. 150)yang bergabung dengan kuman melalui reseptor-reseptor komplemen pada permukaan sel dan bagian Fc dari IgG (Fcy); ikatan pada reseptor Fc kemudian merangsang pencaplokan jasad renik yang dinamakan fagositosa. Dengan cara yang sama, pembunuhan ekstraselular sel-sel sasaran yang dilapisi antibgdi IgC terjadi melalui pengenalan Fcy permukaan oleh sel-sel-K yang mengandung reseptor-reseptor yang sesuai (bandingkan hal. 180). Interaksi kompleks-kompleks IgG dengan reseptor-reseptor” Fc trombosit mungkin akan berakibat pengumpulan dan pelepasan amina vasoaktif, tetapi arti fisiologik tempat ikatan Fcy pada lain-lain tipe sel, khususnya limfosit, belum dapat dijelaskan.

Meskipun tidak sanggup melekat erat pada mastosit kulit manusia, hanya IgG saja di antara imunoglobulin manusia yang memiliki sifat yang mungkin tidak berguna, yaitu dapat melekat pada kulit marmot. Tesis yang menyatakan bahwa individualitas biologik pelbagai kelas imunoglobulin tergantung pada daerah-daerah konstan rantai panjang, khususnya daerah Fc, ternyata terbukti dalam hubungan aktivitasaktivitas yang telah dibicarakan seperti lintasan transplasental, ikatan komplemen, dan ikatan pada pelbagai tipe sel, yaitu fungsi dapat terlaksana melalui bagian Fc dari molekul. Sehubungan dengan pengaturan menyeluruh kadar IgG dalam badan, kecepatan katabolik tergantung langsung pada konsentrasi seiuruh IgG sedangkan sintesa diatur seluruhnya oleh rangsangan antigen sehingga misalnya pada binatang yang bebas hama kadar IgG sangat rendah tetapi akan cepat naik “bila binatang tersebut dipindahkan ke lingkungan yang normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *