karbohidrat melalui bentuk metabolite tertentu berfungsi sebagai bahan detoksifikasi

Dikonjugasikan dengan zat yang bersifat toksik, hasil metabolisma tubuh, sehingga meniadakan toksisitasnya. Dalam bentuk terkonjugasi tersebut kemudian diekskresikan, umumnya melalui ginjal di dalam urine. Akhirnya, karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan tidak dipecah oleh mikroflora usus, memberikan massa kepada tinja dan diekskresikan.

Kebutuhan akan Karbohidrat.

Kebutuhan tubuh akan karbohidrat diperhitungkan akan fungsinya sebagai penghasil enersi. Jadi yang menjadi pangkal perhitungan ialah jumlah kaloriyang diperlukan tubuh. Kalori ini terutama dihasilkan oleh karbohidrat, lemak dan protein. Kebutuhan akan protein dapat ditentukan dengan tegas, sehingga kaloriyang dihasilkan olehnya dapat pula ditentukan dengan tegas, dengan mengingat bahwa satu gram protein menghasilkan empat kalori. Bila kebutuhan tubuh akan enersi dikurangi oleh enersi yang dihasilkan dari protein, maka dapat diketahui enersi yang masih harus diberikan oleh lemak dan karbohidrat. Kebutuhan tubuh akan lemak diperhitungkan lebih dahulu, karena harus memenuhi persyaratan akan kebutuhan bagi asam lemak esensial.

Angka bagi kebutuhan lemakpun sebetulnya belum dapat diketahui dengan tepat, tetapi masih dapat diperkirakan. Maka kalori yang dihasilkan dari lemak dapat dihitung, dengan mengingat bahwa satu gram lemak memberikan 9 kalori. Dengan demikian dapatlah dihitung jumlah kalori yang masih harus merupakan iuran karbohidrat. Dengan memperhitungkan bahwa satu gram karbohldrat menghasilkan 4 kalori, dapatlah akhirnya kebutuhan akan karbohidrat tersebut dihitung. Tetapi harus diingat bahwa jumlah ini untuk karbohidrat yang dapat dicerna dan menghasilkan enersi, sedangkan kadar karbohidrat bahan makanan di dalam Daftar Analisa Bahan Makanan adalah karbohidrat total, mencakup yang dapat dicerna dan tidak dapat dicerna, jadi tidak menghasilkan enersi.

Karbohidrat yang tidak dapat dicerna biasanya tidak perlu diperhitungkan lagi kwantumnya. Asal menurut perkiraan terdapat cukup bahan makanan yang mengandung serat, dapat dianggap bahwa karbohirat yang tidak dapat dicerna itupun cukup ada di dalam hidangan. Di negeri-negeri miskin sebagian besar enersi di dalam hidangan berasal dari karbohidrat, terutama bila kondisi negaranya memungkinkan adanya pertanian. Di daerah kutub, meski termasuk wilayah miskin bahan makanan, sebagian besar berasal khewani, termasuk sumber enersinya. Di negara yang mata pencaharian masyarakatnya terutama beternak, sebagian terbesar enersi, bahkan mungkin seluruh enersi berasal dari protein dan lemak. Baca info lengkap mengenai diabetes dan cara efektif mengatasinya hanya di link iniĀ http://obatdiabetesherbal.co/pengobatan-penyakit-gula/obat-diabetes-yang-aman-untuk-ginjal-rekomendasi-para-dokter/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *