Gerakan peristalsis didalam colon menyebabkan tiga komponen gerakan

Untuk beberapa waktu chymus bergerak bolak-balik ke arah oral dan ke arah anal (gerak osilasi), sambil dipekatkan karena airnya diserap kembali ke dalam jaringan. Gerakan chymus di dalam colon lebih lambat dibandingkan dengan gerakannya di dalam usus halus, karena diameter colon lebih besar. Pada keadaan normal, tinja masuk ke dalam colon rectum berangsur semakin padat, dan akhirnya dikeluarkan dari anus sebagai tinja yang padat. Pada kondisi diarrhoea, penyerapan air dari chymus ini terhambat sehingga tinja bersifat cair.

Pencernaan didalam colon praktis sudah selesaidan sebagian besarzat gizi hasil pencernaan sudah diserap di daerah usus halus, sehingga chymus di daerah colon tinggal mengandung bahan sisa yang tidak dicerna dan tidak diserap. Namun begitu, di dalam colon masih terjadi pemecahan komponen-komponen chymus oleh mikrooganisma penghuni colon.

Karbohidrat yang tidak dicerna oleh tubuh, mengalami fermentasi oleh mikroflora dan sisa protein serta asam amino mengalami pembusukan (putrefaksi). Proses fermentasi menghasilkan gas C02 dan pembusukan menghasilkan H2S yang kadang-kadang berjumlah cukup banyak dan dikeluarkan dari anus sebagaiflatus (kentut). Dianggap bahwa hasil putrefaksi lebih menganggu tubuh dibandingkan dengan hasil fermentasi, sehingga komponen mikroflora diusahakan untuk dipengaruhi dengan memberikan susu asam, terutama pada anak-anak, agar mikroflora yang menyebabkan fermentasi dapat menguasai lingkungan, mengalahkan mikroflora yang menyebabkan putrefaksi.

Pencernaan Karbohidrat

Amylum di dalam rongga mulut sudah mulai mengalami pencernaan oleh enzim ptyalin yang terdapat di dalam air liur (saliva). Ptyalin melepaskan satuan-satuan maltosa. Karena amylum tidak mempunyai rasa (tawar), sedangkan maltosa berasa manis, maka tepung yang dikunyah lama, lambat laun terasa menjadisemakin manis. ltulah salah satu sebab mengapa anak-anak suka mengunyah makanannya lebih lama (ngemut) di dalam rongga mulut. Makanan yang dikunyah di dalam rongga mulut tinggal di situ relatif sangat pendek, sehingga pemecahan amylum oleh ptyalin hanya sedikit saja. Bolus terus ditelan ke dalam gaster. Di dalam gaster proses pencernaan amylum oleh enzim ptyalin masih terus berlangsung, selama reaksi bolus masih beJum cukup asam; ini terjadidi lapisan tengah daritumpukan lapisan bolus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *