Fungsi karbohidrat di dalam sel terutama sebagai penghasil energi

Karbohidrat didalam tubuh yang mengalami metabolisma untuk enersi, melalui bentuk glukosa. Jalui katabolisma glukosa merarui dua phase, iarah phase anaerobik yang disebut jalur Embden-Meyerhoff, dan phase aerobik yang disebut Siklus KREBS (siklus asam sitrat, siklus asam trikarboksilat). Kedua jalur tersebut terlihat pada Bagan 4, halaman 188. Hasil akhir dari pengubahan karbohidrat menjadi enersi iarah ADENOSINE TRTPHOSPHAT (ATp), yang mengandung enersi kimia tinggi (7 kal/Mol). ATp merupakan Cadangin eneisi yang dapat dipergunakan langsung di dalam reaksi-reaksi biokimiawi yang memerlukan enersi.

Dalam proses ini, ATp berubah menjadi ADP (Adenosine diphosphat), sambil melepaskan gugus asam phospate dan enersi, yang dilanjutkan ke dalam reaksi biokimia yang terjadi.Di dalam sel yang memerlukan persediaan enersi dalam jumlah besar yang siap pakai, seperti otot skelet, simpanan enersi ini diperbesar dengan pembentukan metabolit berenersi tinggi lain, yaitu CREATIN PHOSPHAT (phosphocreatine, phosphagen). Creatinphosphat mendapatkan enersinya dari ATP di atas. Kalau enersi ini diperlukan lagi, phosphocreatin melepaskan kembali gugusan phosphat dan enersinya, yang dipergunakan membentuk ATP dariADP.

DariATP enersitersebut diteruskan kepada reaksi biokimia yang memerlukannya. Proses initerlihat pada Bagan 1. Jadi ATP dan Creatinphosphat meru pakan metabolit berenersi tinggisebagai timbunan enersiyang siap pakai, dengan perbedaan bahwa enersi dari ATP dapat langsung diberikan kepada reaksi biokimia yang memerlukannya, sedangkan enersi dari phosphocreatin harus diberikan dahulu kepada pembentukan ATP, dan baru kemudian diteruskan kepada reaksi yang memerlukannya. Karbonat (HCO3) yang larut dalam cairan tubuh, sedangkan sebagian lagitetap berbentuk gas CO2 yang kemudian diikat oleh hemoglobin di dalam sel darah merah, untuk dibawa ke paru-paru.

Di dalam paru-paru, gas CO2 dilepaskan oleh hemoglobin untuk ditukardilepaskan ke dalam udara didalam vesikel paru-paru, untuk kemudian dikeluarkan bersama udara pernapasan. Gugusan asam karbonat yang larut di dalam cairan tubuh, kemudian dialirkan melalui sirkulasi darah ke ginjal, dan di sini dibuang sebagaigaram karbonat di dalam urine. Garam karbonat mungkin pula terdapat di dalam air keringat dan tinja, meskipun jumlahnya hanya sedikit. Air sisa metabolisma dibuang ke luar tubuh melalui empat jalan: yang terbanyak melalui urine, kemudian melalui air keringat, melaluiudara pernapasan dan melalui pembuangan tinja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *