Duapuluh tujuh persen dari semua gadis belasan tahun di AS kini merokok

Secara tetap dan jumlah itu kini mengalami lonjakan juga di banyak negara lainnya – suatu arah gejala yang di pandang sangat berbahaya oleh suatu komite WHO sehubungan dengan “penemuan yang jelas bahwa kebiassan merokok selama hamil mempunyai akibat-akibat yang merugikan terhadap anak dalam rahim.” Jika, seperti yang kerap dinyanyikan oleh iklan rokok yang sering kali kita lihat, kaum wanita “telah jauh berjalan,” persamaan kaum wanita dengan kaum wanita dengan kaum pria di bidang rokok-merokok boleh jadi akan berakhir pada “pembebasan” yang sesungguhnya, yakni kematian sebelum waktunya.

123Walaupun persentase penduduknya yang merokok sedikit lebih kecil daripada sepuluh tahun yang lampau, Amerika Serikat tetap mempertahankan obat herbal diabetes ampuh gelarnya yang lama sebagai negara pengisap rokok paling terkemuka di dunia. Oleh karena demikian banyaknya orang Amerika yang merokok dan oleh karena setiap harinya mereka cenderung mengisap lebih banyak rokok dibanding dengan bangsa-bangsa lainnya, sekitar 2750 batang rokok telah diisap ditahun 1974 oleh tiap orang di negara ini. Hanya Jepang, yang konsumsi rokok per kapitanya 2600 batang di tahun 1974 yang mendekati rata-rata di Amerika. Yang cukup mengherankan, meskipun 70 persen kaum pria Jepang merokok, hanya 9 persen dari kaum wanitanya yang melakukannya. Konsumsi rokok per kapita di negara-negara Eropa Barat setiap tahun berkisar dari 1000 hingga 2000 batang.

Konsumsi rata-rata di Meksiko lebih dari 700 batang per tahun, dan di negara-negara Afrika yang miskin seperti Nigeria dan Tanzania baru beberapa ratus batang tiap tahun. Rata-rata konsumsi-rokok nasional ini memberikan sedikit isyarat mengenai pandemi rokok yang ada sekarang. Sementara jumlah orang yang merokok mungkin telah mencapai puncaknya di beberapa negara Barat yang sudah maju, kebiasaan ini telah memasuki suatu fase pertumbuhan di sebagian besar negara yang belum begitu berkembang. Rokok terutama banyak disukai di kota-kota besar di negara-negara miskin, terutama sebagai lambang “modernisasi”. Suatu penelitian Organisasi Kesehatan Pan Amerika baru-baru ini di delapan daerah perkotaan Amerika Latin menunjukkan bahwa persentase kaum pria yang merokok 45 persen lebih tinggi di kota-kota ini daripada di kota-kota besar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *