Di lndonesia 70 – 80% dari seluruh energi untuk keperluan tubuh berasal dari karbohidrat

Semakin rendah tingkat ekonominya, semakin tinggilah persentase enersi tersebut berasal dari karbohidrat, karena enersi dari karbohidrat termasuk yang paling murah. Masyarakat yang mengalami kemajuan dalam tingkat ekonominya, menunjuk pergeseran sumber enersi ini dari karbohidrat ke arah protein dan lemak. Dinegara-negara masyarakatnya mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi, jumlah enersi di dalam makanan dapat mencapai40 – 50 persen berasaldari karbohidrat.

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan Karbohidrat

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat, ada yang bertalian dengan kuantitas serta kualitas karbohidrat, dan ada karena gangguan pada metabolisma. Penyakit-penyakit karena ketidak seimbangan antara konsumsidan kebutuhan enersi, ialah Protein Energy Malnutrition (PEM) atau penyakit kurang Kalori dan Protein (KKp) dan penyakit kegemukan atau obesitias, sedangkan yang termasuk gangguan metabolisma karbohidrat ialah penyakit gula atau diabetes mellitus, lactose intolerance dan beberapa lainnya. Di sini akan dibicarakan dasar- dasar Penyakit tersebut secara singkat saja.

Penyakit Kurang Kalori dan protein (KKP). protein calori Malnutrition (PCM). Protein Energy Matnutrition (PEM)

Penyakit Kurang Karori dan protein (KKp) ini pada dasarnya terjadi karena defisiensienersi dan defisiensi protein, disertai susunan hidangan yang tidak seimbang. penyakit KKp terutama menyerang anak-anak yang sedang tumbuh, dan dapat pula menyerang orang dewasa; yang biasanya kekurangan makan secara menyeluruh. Penyakit ini terutama terjadi karena konsumsi bahan pangan pokok beras yang tidak cukup memenuhi kebutuhan. teian -rita ketahui bahwa bahan pangan pokok beras di rndonesia memberikan 70 – 80% dari total kalori di dalam hidangan dan sebesar itu pula iurannya terhadap totar protein. Karena itu kekurangan konsumsi beras ini memberikan kekurangan enersi dan proiein sekaligus.

Penyakit ini terutama menyerang anak-anak yang sedang tumbuh pesat (BALITA), terutama yang berumur 2 – 4 tahun. Kalau menyerang orang dewasa, gambaran klinik penyakit itu berbeda dengan yang terlihat pada anak-anak. penyakit ini pada orang dewasa memberikan gambaran krinik oedema kerapaian (honger oedema, H.O.), karena gejala oedema tampak menonjol pJda sebagian besar penderita. Pada anak-anak, gejala-gejala merupakan campuran dari gambaran klinik defisiensi kalori dan defisiensi protein murni. Informasi mengenai obat diabetes mellitus generik paling lengkap hanya ada di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *