Di dalam cairan sekresi lambung tidak ada enzim yang memecah karbohidrat

Kalau makanan terdiri atas karbohidrat saja, akan tinggal di dalam gaster sebentar atau kurang dari dua jam, dan segera diteruskan ke dalam duodenum. Protein tinggal di dalam gaster lebih lama dan lemak yang paling lama. Karena itu, hidangan karbohidrat akan lebih cepat menimbulkan rasa lapar kembali, dibandingkan dengan hidangan protein, sedangkan hidangan lemak tinggal paling lama di dalam lambung, sehingga memberikan rasa kenyang paling lama.

Pengosongan lambung diatur secara otomatis oleh membukanya sphincter pylori. Pembukaan sphincter ini diatur oleh keadaan reaksi (pH) di dalam rongga lambung maupun didalam rongga duodenum. Bolus yang merupakan gumpalan padat sekarang menjadi lebih cair dan disebut chymus.

Di dalam duodenum chymus dicampur dengan sekresi pancreas dan sekresi dinding duodenum; keduanya mengandung enzim untuk memecah karbohidrat lebih lanjut. Cairan empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hatitidak mengandung enzim, termasuk enzim untuk memecah karbohidrat. Sekresi pankreas mengandung enzim amylopepsin, sedangkan sekresi dinding usus halus mengandung enzim-enzim yang memecah disakarida menjadi monosakarida, sucrase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, maltase memecah maltosa menjadi dua molekul glukosa, dan laktase memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Glukosa, fruktosa dan galaktosa kemudian diserap ke dalam dinding usus, masuk ke dalam cairan lympha, kemudian ke dalam pembuluh darah kapiler dan dialirkan melaluiVena portae ke dalam hati.

Karbohidrat yang tidak dapat dicerna, seperti selulosa, galaktan dan pentosan dialirkan terus ke colon. Di dalam colon jenis karbohidrat ini dipecah sebagian oleh mikroba yang terdapat di dalam usus, melalui proses fermentasi dan menghasilkan enersi untuk keperluan mikroba tersebut dan bahan sisa seperti air dan karbondioksida. Fermentasi yang meningkat di dalam colon menghasilkan banyak gas karbondioksida yang kemudian keluar sebagai flatus (kentut). Sisa karbohidrat yang masih ada, dibuang sebagai tinja.

Penyerapan Karbohidrat.

Penyerapan karbohidrat dimulai di dalam duodenum, setelah terbentuk hasil pencernaan mono-disakarida. Monosakarida yang dihasilkan ialah glukosa, fruktosa dan galaktosa semuanya termasuk molekul yang mengandung enam buah atom carbon disebut heksosa. Monosakarida diserap secara aktip. Penyerapan aktip dan selektip ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

(a) aliran zat yang diserap dapat melawan gradien konsentrasi,

(b) proses penyerapan memerlukan enersi,

(c) menunjukkan phenomena jenuh pada konsentrasi tertentu

(d) terdapat kompetisi antara berbagai monosakarida kalau dicampurkan.

Klik disini untuk menemukan obat herbal untuk diabetes melitus tipe 2 yang efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *