Kenali Beberapa Penyebab Anak Ayam Mati Mendadak

Kenali Beberapa Penyebab Anak Ayam Mati Mendadak – Kematian dini pada anak ayam biasanya terjadi pada umur 1-21 hari. Penyebabnya biasanya karena kepanasan, kelaparan, kedinginan, kehilangan cairan tubuh, keracunan gas amoniak yang berasal dari kotorannya, keracunan gas asam arang, terkena penyakit menular, atau karena kecelakaan.

Apa Penyebab Kematian Anak AyamAnak ayam yang kelaparan berat badannya terus turun, menjadi kurus dan mati pada minggu pertama. Gejalanya, anak ayam tampak lesu, bulu badannya berdiri kaku, jalannya lemah, menyendiri. Anak ayam itu juga segan makan karena tak mampu bersaing dengan yang lainnya, sehingga badannya bertambah lemah dan gampang terkena penyakit.

Anak ayam yang kedinginan tampak bergerombol. Kondisi ini bisa merupakan suatu gejala penyakit. Semua anak ayam tampak lesu dan sayapnya terkulai. Kondisi kedinginan, selain karena kurangnya suhu, juga bisa karena penyakit seperti tetelo. Sebaliknya, jika kepanasan, anak ayam akan berpencar.

BACA JUGA >> Cara memelihara anak ayam (DOC) dengan Induk Buatan

Jika terlalu lama kepanasan, anak ayam akan terkena dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, sehingga lemas dan mati. Gejala anak ayam mengalami dehidrasi adalah tampak lesu, matanya redup, sukar mengeluarkan tinja, dan kurus. Selain kepanasan, penyebab dehidrasi juga adalah akibat kekurangan minum karena tempat minum tidak terjangkau olehnya. Dehidrasi juga bisa disebabkan penyakit mencret (diare).

Anak ayam yang keracunan amoniak biasanya menggosok-gosokkan mukanya ke bagian kandang, matanya berair, terdapat nanah pada kornea mata, selaput lendir mata rusak, pernapasan terganggu, badan menjadi kurus karena tidak ada nafsu makan. Amoniak muncul karena tinja ayam jarang dibersihkan. Sirkulasi udara yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya penumpukan gas beracun tersebut di dalam kandang.

Selain keracunan amoniak, anak ayam bisa keracunan gas asam arang yang timbul karena ventilasi yang jelek sementara kepadatan kandang tinggi. Anak ayam yang terkena keracunan gas asam arang akan tampak terhuyung-huyung, kejang-kejang, lalu mati. Penyakit yang bisa menimbulkan kematian dini pada anak ayam adalah tetelo, pilek coryza, diare, cacar, cacingan, kekurangan vitamin B, dan D. Untuk mencegah gangguan serta timbulnya penyakit, kandang harus dibersihkan secara rutin dan program imunisasi dilakukan pada anak ayam sejak berumur 4 hari.

Merawat Ayam yang sudah Lepas Sapih
Setelah berumur 2 bulan, berat badan anak ayam mencapai 370 gram . per ekor. Anak ayam ini disebut anak ayam lepas sapih. Artinya, anak ayam yang sudah tidak membutuhkan induk alami atau induk buatan. Kondisi tubuhnya relatif sudah lebih kuat dan sudah bisa dilepas di kandang ren atau kandang umbaran. Namun, sebelum dilepas, sebaiknya dilakukan vaksinasi ND kedua kalinya agar tubuhnya memiliki antibodi melawan penyakit tetelo.

Dalam pengumbaran di kandang ren, anak ayam diberi makan 2-3 kali sehari. Pertama, pada pagi hari ketika keluar kandang. Kedua, pada siang hari saat di umbaran. Ketiga, satu jam sebelum masuk kandang untuk tidur. Setiap peternak mempunyai cara yang berbeda dalam memberi makan. Salah satu komposisi campuran yang bisa digunakan adalah 1 bagian pakan broiler starter, 3 bagian dedak, 1 bagian jagung, dan ditambah pelengkap berupa sayur-sayuran atau singkong.

Di kandang umbaran harus tersedia air yang tak terbatas atau mencukupi. Selain itu disediakan grit berupa kulit kerang atau pasir yang dapat membantu ayam mencernakan makanannya. Jika mutu ransumnya bagus, ayam akan selalu sehat. Pada umur 3 bulan, ayam sudah bisa mencapai berat rata-rata 640 gram per ekor. Pada umur 5 bulan, meningkat menjadi 700 gram per ekor. Pada umur 7 bulan mencapai 1.150 gram per ekor, dan ini sudah tergolong ayam dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *